PMN COM -Kantor Layanan Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Sukses Memegang Puncak Syariah Syariah Geood Ramadhan (Gerakan) Acara di Ambon Islamic Center. Kegiatan ini adalah bagian dari kampanye literasi nasional dan syariah yang secara rutin dipertahankan setiap bulan Ramadhan.
Acara ini dibuka oleh Gubernur Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Provinsi Provinsi Maluku, Ir. Sadali yaitu, M.Si., API, yang juga menjabat sebagai kepala Syariah Economic Society (MES) dari Provinsi Maluku.
Juga hadir pada kegiatan Kantor Regional Kementerian Agama Provinsi Agama Provinsi Maluku, Kepala Kantor Regional Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Bank Indonesia, serta kepemimpinan Dewan Jasa Keuangan Syariah di Maluku.
Dalam tanggapannya, kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, bersikeras bahwa gerakan Syariah adalah bagian dari efisiensi strategis OJK dalam memperkuat literasi dan pendapatan Syariah di kabupaten tersebut. “Syariah Motion Program adalah wadah kolaboratif antara OJK, Pemerintah Daerah, Industri Keuangan Syariah, MES, Bank Indonesia, Kementerian Agama, Tpakd, Media, dan Komunitas untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat di Indonesia Memanfaatkan layanan keuangan syariah dengan bijak dan produktif,” katanya.
Perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah berdasarkan pada Negara Laporan Ekonomi Islam Global 2024/2025, Indonesia menempati tingkat dunia ketiga dalam indikator ekonomi Syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi. Di tingkat nasional, survei nasional literasi dan inklusi keuangan OJK pada tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah sebanyak 43,42% dan inklusi keuangan syariah adalah 13,41%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang keuangan Syariah telah meningkat, tetapi pemanfaatannya masih perlu didorong. Industri perbankan Syariah nasional juga mencatat pertumbuhan positif.
Hingga Desember 2025, total aset Perbankan Syariah mencapai Rp1,041 triliun atau tumbuh 20,44% setiap tahun. Di Provinsi Maluku, industri perbankan syariah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Desember 2025, total bagian aset perbankan Syariah mencapai Rp1,02 triliun dengan dana sebesar Rp710 miliar yang tumbuh 18,30 persen per tahun. Rasio Non Performing Financing (NPF) dicatat sebesar 1,14 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional rata-rata 2,19 persen.
Ini menunjukkan bahwa kinerja perbankan syariah di Maluku tetap terjaga dan berpotensi untuk terus tumbuh dalam mendukung pendanaan sektor riil dan UMKM di kabupaten ini.
Program Syariah untuk meningkatkan literasi Syariah dan pendapatan pendapatan, OJK melakukan berbagai program pendidikan yang berkolaborasi dengan industri keuangan Syariah, Kementerian / Dewan, serta berbagai komunitas masyarakat. Jaringan kegiatan gerak Syariah di Provinsi Maluku meliputi: Komposisi (Syariah Research Size Syariah Research) Program pendidikan melalui Ramadhan Talkshow pada radio, podcast, serta presentasi pendidikan melalui media digital.
Kegiatan ini meliputi: Syariah Syariah Literacy Literacy (Syariah Friends) pada 25 Februari 2026 Syariah Motion Podcast dengan Komunitas Space Blue pada 4 Dialog Publik Maret 2026 dengan RRI Ambon pada 9 Maret 2026 dengan tema “Perkembangan Ekonomi Syariah di Provinsi Maluku”
Dialog Ekonomi Syariah di TVRI Maluku dengan tema “Masa Depan Ekonomi Syariah Maluki” pada KTT kegiatan gerak Syariah juga menerapkan hasil Syariah ke SMA / SMK / MA SE -Island Ambon Island, yang mengikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah.
Tanggal (Syariah Syariah Ramadhan Competition) Jaringan Ramadhan Api Ramadhan seperti Halus Da’i Rambad Rambad Ramadhan 1447H Pada 3 Maret 2026, Syariah Financial Reels Fire, Literasi Liper Syariah Keuangan, dan Hadrah Art Fire pada 7. Maret 2026.
Jaringan Jaringan Ramadhan bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan Syariah di antara generasi muda, antara lain: Final Da’i Ramadhan 1447 H (3 Maret 2026) Syariah Financial Reel(**)










