PMN COM AMBON — Pemerintah Kota Ambon terus mendorong UMKM dikota Ambon untuk terus berkembang naik kelas lewat pemanfaatan QRIS sebagai langkah mempercepat digitalisasi ekonomi dan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, mewakili walikota Ambon Bodewin saat menghadiri QRIS Jelajah Indonesia Wilayah Sulapua 2026 di Hotel the Natsepa Ambon, Senin (24/8/2026).
Kegiatan QRIS Jelajah Indonesia Wilayah Sulapua 2026 turut dihadiri jajaran Bank Indonesia, OJK, BPK RI, unsur TNI, pimpinan OPD, perbankan, kepala SMA, serta sejumlah tamu undangan.
Saat membuka acara Robert Sapulette menegaskan, QRIS bukan hanya sekadar metode pembayaran digital, tetapi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih cepat, mudah, aman dan inklusif.
Dikatakan “QRIS bukan sekadar alat pembayaran digital. Lebih dari itu, QRIS merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan QRIS perlu diperluas hingga menyentuh pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, ekonomi kreatif, sektor pariwisata, serta generasi muda. Digitalisasi diyakini mampu membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan transaksi, dan mendorong usaha naik kelas.
Sapultte mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan peluang melalui kreativitas dan inovasi digital.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah generasi yang mampu menciptakan peluang melalui teknologi,” tegas Robert.
Di kesempatan tersebut Roby sapulette menegaskan Pemerintah kota Ambon pun menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia, perbankan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan digital.
“Mari kita dorong UMKM naik kelas, generasi muda semakin kreatif dan masyarakat semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi,” katanya.Mengakhiri sambutan(**)










