PMN COM Ambon, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui penyediaan fasilitas perpustakaan sebagai sarana membaca dan menambah wawasan.
Keberadaan perpustakaan di lingkungan Rutan Ambon menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan pengetahuan, peningkatan minat baca, serta pembentukan karakter positif bagi warga binaan. Senin (02/11).
Perpustakaan Rutan Ambon menyediakan ruang bagi warga binaan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif melalui membaca berbagai jenis buku.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran mandiri, memperluas pengetahuan, serta memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh informasi dan wawasan baru selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan membaca, warga binaan didorong untuk membangun kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kemampuan literasi.
Beragam bahan bacaan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, memperdalam pemahaman, serta mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan konstruktif.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan merupakan salah satu fasilitas pendukung pembinaan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Menurutnya, membaca bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan membangun pola pikir yang lebih baik.
“Melalui fasilitas perpustakaan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan.
Kami berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif, sehingga warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat,” ungkap Meta Putra.
Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan di Rutan Ambon merupakan salah satu fasilitas pendukung pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus memperoleh ilmu pengetahuan selama menjalani masa pidana.
Ia menilai bahwa kegiatan membaca dapat menjadi aktivitas positif yang tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membantu meningkatkan wawasan, kreativitas, dan kemampuan berpikir warga binaan.
“Perpustakaan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga binaan sebagai tempat untuk belajar dan menambah pengetahuan.
Kami terus mendorong agar kegiatan membaca menjadi kebiasaan positif, sehingga waktu yang dimiliki selama menjalani masa pembinaan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ungkap Rido.
Selain menjadi sarana memperoleh informasi, perpustakaan juga diharapkan mampu mendukung proses pembinaan kepribadian melalui pengembangan wawasan dan peningkatan kesadaran diri.
Dengan membaca, warga binaan dapat mempelajari berbagai hal baru, mulai dari pengetahuan umum, pendidikan, keterampilan, hingga nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, salah satu warga binaan, Beni, mengungkapkan bahwa keberadaan perpustakaan memberikan manfaat tersendiri bagi dirinya dan warga binaan lainnya.
Menurutnya, membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang sekaligus mendapatkan pengetahuan dan informasi baru.
“Dengan adanya perpustakaan ini, kami bisa membaca berbagai macam buku dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Kegiatan membaca juga membuat waktu kami lebih bermanfaat dan memberikan motivasi untuk terus belajar serta memperbaiki diri,” ungkap Beni.
Beni juga berharap fasilitas perpustakaan dapat terus dimanfaatkan oleh warga binaan sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
Baginya, kesempatan membaca dan memperoleh pengetahuan merupakan hal positif yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Rutan Ambon terus mendorong pemanfaatan fasilitas perpustakaan agar menjadi bagian dari aktivitas positif warga binaan.
Kebiasaan membaca diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Melalui optimalisasi perpustakaan, Rutan Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan pembinaan yang edukatif dan produktif.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi, memperluas wawasan, serta membekali warga binaan dengan pengetahuan sebagai modal untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab.(INFO PAS)










