PUSAKAMALUKUNEWS.COM – Sejak dilantik oleh mantan Gubernur Maluku Said Assagaff sebagai Bupati Maluku Tenggara pada Rabu 31 Oktober 2018 lalu, banyak hal yang sudah dilakukan oleh Drs Muhamad Taher Hanubun. Bahkan 5 tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ir Petrus Beruatwarin, M.Si, Hanubun memprioritaskan pembangunan yang lebih fokus di Desa/Ohoi dan dua tahun sisanya di Kota.

“Kita tahu Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Maluku Tenggara, membuat pembangunan dan perhatian di Pusat Kota baru bisa dilakukan pada tahun 2023 ini. Bukan berarti pembangunan infrastruktur selama 4 tahun belakangan tidak ada sama sekali di Kota, namun tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur di Desa/Ohoi,” kata Hanubun kepada Media ini di Ambon.
Dan yang menarik di tahun 2023 ini, Hanubun akan mencoba merubah sedikit wajah kota Langgur. antara lain dengan menyelesaikan Pembangunan Gedung Gereja Katerdal Langgur yang harus diselesaikan tahun 2023 ini dengan anggaran 4 miliar rupiah.
“Sudah 14 miliar lebih anggaran pembangunan Gereja Katerdal masa pemerintahan lalu namun belum selesai, maka saya sudah bicarakan dengan Kejati Maluku untuk hentikan untuk bisa saya lanjutkan dan selesaikan,” ungkap Hanubun.

Sentuhan lainnya di tahun 2023 ini di Kota Langgur yang akan dibangun oleh Hanubun yakni pembangunan Landmark, yang menggambarkan identitas kedaerahan dan budaya Maluku Tenggara.
“Saya hanya berusaha untuk merubah wajah Maluku Tenggara khususnya di Kota Langgur dengan pembangunan Landmark ini. Dan landmark ini akan segera dilelang dan dibangun dengan menelan biaya sebesar 6 miliar lebih. Dan akan ditampilkan 7 Pasal Hukum Larvul Ngabal di monumen Landmark yang akan diterjemahkan ke bahasa Kei untuk bisa menjadi warisan bagi semua anak cucu Kei di Maluku Tenggara,” jelas Hanubun.

Bagi Hanubun, dirinya menyadari sebagai manusia dirinya tak lepas dari kelemahan dan keterbatasan. Namun sebagai orang yang dipercayakan memimpin Maluku Tenggara, medio kepemimpinannya selama hampir 5 tahun, banyak hal yang dilakukan demi kepentingan masyarakat.
Dengan dukungan Penuh dari Gubernur Maluku, Murad Ismail, Hanubun bisa melakukan lobi di Pemerintah Pusat untuk mendapatkan anggaran dan perhatian pembangunan infrastruktur. Semuanya berkat rekomendasi Gubernur dan syukur Hanubun direspons positif oleh Presiden Jokowi saat kunjungan beberapa waktu lalu di Maluku Tenggara.

“Kunjungan Pak Presiden Jokowi ke Maluku Tenggara membawa berkah bagi masyarakat di Larvul Ngabal. Kita mendapatkan pembangunan pasar senilai 45 miliar rupiah yang akan dibangun oleh Balai. Tahun 2023 ini juga kita akan membangun dan menyelesaikan Rumah pembangunan Sakit Pratama di Elat,” beber Hanubun.
Lanjut Hanubun, realisasi Visi Misi dirinya sebagai Bupati hampir pasti 90 persen terealisasi, hanya saja pasca pandemi Covid-19 masih banyak yang harus terabaikan karena pemerintah Pusat dan Daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara harus fokus pada penanganan Covid itu sendiri.
“Masalah lainnya yang belum tuntas termasuk masalah tenaga honorer atau PPPK yang menjadi masalah nasional termasuk di Maluku Tenggara. Namun yang saya syukuri pula yakni masalah telekomunikasi yang sejauh ini menjadi kendala serius tapi sudah bisa diatasi. di Kei Besar sudah bisa akses komunikasi tanpa kendala apapun karena tower-tower sudah dibangun hampir diseluruh Kei Besar untuk mempermudah masyarakat melakukan komunikasi,” Jelas Bupati.
Diakhir komentarnya Hanubun akui, masa pemerintahannya periode 2018-2023 penuh dengan sejumlah tantangan, tapi baginya harus dihadapi dengan senang hati dan terprogram. Visi dan Misi yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selalu dijalankan dengan terfokus dan terarah dengan baik.
Pesan Hanubun bagi Masyarakat Maluku Tenggara, mari kita jaga daerah kita agar tetap aman dan damai hingga pembangunan bisa berjalan dengan baik. Dan Pesannya bagi Maluku, Hanubun berpesan bahwa kita harus sadar Maluku ini tidak miskin, kita mampu.
“Saya selalu berpegang pada apa yang tertulis di dalam Kitab Suci baik Al-Qur’an maupun Alkitab, Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri berusaha merubah nasibnya. Untuk itu, dengan bersatu maka kita bisa merubah apapun yang tidak bisa menjadi bisa,” tutup Hanubun. (***)










