Ambon Pusaka Maluku .com-OJK Maluku dan Gereja Protestan Maluku bekerjasama dalam menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Duta Literasi Keuangan bagi Pendeta GPM .Di kota ambon
2. Kegiatan ToT tersebut diikuti sekitar 70 pendeta dari berbagai klasis di Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam pengelolaan keuangan sederhana dan cara melindungi jemaat dari praktik keuangan ilegal.
3. Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya peran pemuka agama Kristen, khususnya pendeta, dalam membimbing jemaat agar bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari kerugian keuangan.
4. Andi juga mengajak para pendeta untuk bergabung dalam program OJK PEDULI serta memberikan informasi tentang Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang merupakan pusat layanan untuk melaporkan penipuan di sektor jasa keuangan.
5. Jemaat diharapkan segera melaporkan ke IASC bila menemukan atau menjadi korban penipuan melalui portal iasc.ojk.go.id atau layanan konsumen OJK 157.
6. Andi menekankan pentingnya prinsip “2L” (Legal dan Logis) dalam berinvestasi, yakni memastikan produk keuangan memiliki izin resmi OJK dan menawarkan imbal hasil yang wajar, agar jemaat lebih bijak dan terlindungi dari investasi ilegal
1. Tingkat literasi keuangan Indonesia meningkat dari 65,43% menjadi 66,46% pada tahun 2025 berkat komitmen OJK dalam memperluas pemahaman keuangan masyarakat.
2. Kolaborasi antara OJK Maluku dan Sinode GPM membantu jemaat memahami pengelolaan keuangan dan mencegah keterlibatan dalam aktivitas keuangan ilegal, disampaikan dengan harapan agar kegiatan ini berlanjut secara konsisten.
3. Kegiatan Training of Trainers (ToT) melibatkan narasumber dari OJK, Sinode GPM, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan materi praktis seperti pengelolaan keuangan keluarga, mengenali investasi ilegal, dan perlindungan konsumen sektor keuangan.
4. OJK Maluku dan GPM ingin para pendeta di Maluku menjadi penggerak literasi keuangan di jemaat mereka, bertujuan agar masyarakat Maluku menjadi cerdas finansial, waspada, dan mandiri secara ekonomi.(Rilis)










