PMN.COM – Jembatan Wai Besi VI yang terletak pada ruas jalan Saleman – Besi roboh pada Minggu, (21/09/2025). Jembatan yang merupakan jalur trans seram penghubung Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur ini, sekaligus menambah daftar Panjang jembatan-jembatan mengalami kerusakan dan ambruk akibat termakan usia.
Dan khusus untuk Jembatan Wai Besi VI sendiri, Adalah jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun 2001 dan selesai dikerjakan serta difungsikan pada tahun 2009 lalu. Itu berarti usia jembatan sudah 24 tahun sehingga sangat rawan dilewati oleh kendaraan yang bermuatan atau dengan beban yang lebih.
Salah satu yang sering menjadi penyebab ambruk dan robohnya jembatan-jembatan yang sudah tua ini termasuk Jembatan Wai Besi VI Adalah, kendaraan /truk angkutan logistik menbawa hasil perkebunan seperti sawit yang mempunyai kecenderungan beban berlebihan yang melewati jembatan.
“Hari ini (Minggu, 21/09/2025) saat kejadian robohnya jembatan, saya Bersama Ibu Kepala Balai langsung bertolak ke Pulau Seram menuju lokasi jembatan. Sebelumnya Tim BPJN Maluku sudah di Lokasi kejadian untuk mempersiapkan mobilisasi alat berat dan rangka Bailey untuk dibangun jembatan darurat/Bailey. Karena kami ingin arus transportasi bisa normal Kembali,” ungkap Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST. MT.
Soal penyebab kerusakan Jembatan Wai Besi VI ini, Leuwol menjelaskan, Hujan dengan intensitas tinggi serta gempa bumi sehari sebelumnya yakni pada Sabtu, (20/09/ 2025), turut memicu kerusakan pada jembatan Wai Besi VI ini.
“Jadi kita semua tahu bahwa sehari sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan peningkatan debit air pada sungai di bawah jembatan. Kemudian disusul dengan gempa bumi dengan kekuatan 4,8 SR Magnitudo yang berpusat di 41 km barat laut Seram Bagian Barat pada kedalaman 10 km. Dengan usia jembatan yang sudah berumur 24 tahun ini, maka getaran gempa bumi tersebut memicu kerusakan pada dua sisi oprit Jembatan sehingga terjadi keruntuhan,” jelas Leuwol.
Dengan kerja cepat dan tanggap dari tim BPJN Maluku di titik Lokasi kejadian, sudah ada aksi dengan mobilisasi rangka Bailey dan alat berat. kehadiran Kepala BPJN Maluku Dr.Yana Astuty, ST. MT dan Leuwol sebagai Kasatker untuk memastikan agar penanganan jembatan darurat bisa secepatnya diselesaikan agar transportasi bisa normal Kembali.
“Alat berat dan rangka Bailey sementara dimobilisasi ke lokasi, tim BPJN Maluku terus bergerak cepat, kami ingin transportasi bisa normal Kembali. Dan kehadiran Ibu Kepala Balai Adalah bukti bahwa BPJN Maluku sigap setiap saat dan ingin agar aktifitas Masyarakat tidak terganggu,” tutup Leuwol. (***)










