PMN.COM/BPJN MALUKU – Menata jaringan infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku yang terdiri dari 11 Kabupaten/Kota tidaklah mudah. Pasalnya dengan kondisi wilayah berbasis kepulauan dan juga kondisi alam serta cuaca yang sering menjadi kendala, namun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.
Apalagi ada beberapa Kabupaten di Maluku yang masuk dalam Kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang merupakan prioritas pembangunan nasional di Indonesia. Hal ini mengingat memiliki kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan budaya yang kurang berkembang dibandingkan daerah lain. Maka pemerintah telah menetapkan berbagai program dan kebijakan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah 3T, salah satunya adalah mengatasi masalah infrastruktur jalan dan jembatan.
Namun kita patut berbangga karena BPJN Maluku sekarang di nahkodai oleh putra asli Maluku, Moch Iqbal Tamher yang dipercayakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga untuk hadir di Maluku melaksanakan pemrograman, perencanaan, pengadaan, pembangunan, preservasi dan pengendalian penerapan norma, standar, pedoman dan kriteria bidang jalan dan jembatan termasuk konektivitas jaringan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berbagai Upaya dilakukan Tamher sejauh ini akhirnya mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah kalangan, salah satunya dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Timur. Rusdi Rumata selaku Ketua KNPI SBT kepada media ini mengatakan, dirinya memberikan dukungan penuh dan apresiasi kepada Tamher selaku Kepala BPJN Maluku.
“Kami berikan dukungan dan apresiasi kepada Kepala BPJN Maluku, karena walaupun baru menjabat namun Sudah menunjukkan prestasinya. Dan salah satu yang sangat membanggakan bagi kami Masyarakat SBT adalah, saat jebolnya jembatan Wae Mert beberapa waktu kemarin. Dimana saat kejadian, Kepala BPJN Maluku sangat responsif dan turun langsung Bersama staf ke Lokasi ambruknya jembatan Wae Mert untuk melihat kondisi jembatan dan dilakukan penanganan dengan cepat,” ungkap Rumata.
Kepedulian dan tanggapnya Tamher Bersama dengan staf BPJN Maluku di lapangan, akhirnya Jembatan darurat bisa dibangun dan Masyarakat bisa Kembali mengaksesnya yang sempat tidak bisa dilewati dari Bula menuju ke beberapa kecamatan yang bergantung pada akses jembatan Wae Mert ini.
“Jembatan Darurat yang dibangun akhirnya akses menuju Bandara Kufar bisa Kembali normal dan Syukur kami bisa mengantarkan Jemaah Haji asal SBT yang akan menunaikan Ibadah Suci bisa melewati jembatan. Bayangkan saja kalau BPJN Maluku tidak bergerak cepat membangun jembatan darurat, mungkin Jemaah Haji kita akan melewati jalur laut menuju Bandara Kufar,” jelas Rumata.
Hal lainnya yang juga menjadi kebanggaan Rumata akan kinerja Kepala BPJN Maluku dan stafnya adalah, dengan adanya persetujuan Pemerintah Pusat yang akan mengalokasikan anggaran pada akhir tahun 2025 ini untuk membenahi ruas jalan Pembangunan infrastruktur Jalan Air Nanang-Kota Baru, dan Pembangunan Jembatan Wai Dawang Cs pada ruas jalan Bula-Masiwang-Air Nanang (17 buah jembatan).
“ini merupakan prestasi yang luar biasa dari Kepala BPJN Maluku Bersama stafnya, karena Masyarakat Seram khususnya Kabupaten SBT beberapa tahun kedepan akan menikmati akses jalan Air Nanang menuju Kota Baru dan ini merupakan sebuah keniscayaan yang selama ini sangat diharapkan oleh Masyarakat SBT khususya masyarakat di Kecamatan Kilmuri bisa diwujudkan oleh BPJN Maluku,” sebut Rumata.
Apalagi selama ini menurut Rumata, akibat hancurnya infrastruktur jalan dan jembatan menuju Kecamatan Kilmuri, maka munculnya berbagai aksi dan Gerakan “SAVE KILMURI” karena persoalan ketertinggalan Pembangunan terutama soal akses jalan dan jembatan. Jadi jika kini harapan Masyarakat bisa dijawab oleh Pemerintah Pusat melalui BPJN Maluku, maka selaku tokoh pemuda di SBT, Rumata mengajak semua unsur terutama kaum muda di SBT untuk memberikan dukungan kepada kinerja Kepala BPJN Maluku stafnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh elemen pemuda di SBT untuk memberikan kenyamanan, dukungan, dan support kepada Kepala BPJN Maluku dan stafnya. Mari kita hilangkan penilaian-penilaian yang subjektif dan tidak rasional kepada Kepala BPJN Maluku dan stafnya karena yang dilakukan tentunya untuk kepentingan Masyarakat di SBT,” pinta Rumata.
Diakhir komentarnya Rumata Kembali berharap agar dukungan penuh ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi kepentingan semua pihak. Karena masih terlalu pagi untuk kita mengkritisi kinerja Kepala BPJN Maluku yang baru bertugas beberapa bulan, namun sejatinya biarkan mereka bekerja, kita memberikan dukungan agar Kabupaten SBT bisa menikmati askes jalan dan jembatan yang terbaik sama seperti di daerah yang lain. (***)










