WhatsApp Image 2022-06-27 at 12.07.55 PM

PUSAKAMALUKUNEWS.COM - PORTAL BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.28.24
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.28.24
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
Polres Malteng

Polres Malteng Gelar Rakor Lintas Sektoral Atasi Bencana Banjir

PUSAKAMALUKUNEWS.COM – Pihak Polres Maluku Tengah meresponi dengan cepat Instruksi Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Lotharia Latif  untuk seluruh Kapolres melakukan Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat untuk mengatasi bencana alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Maluku beberapa waktu terakhit.

Dan pada hari Senin, (18/7) bertempat di ruang Kodja Polres Maluku Tengah, dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral terkait Bencana Alam Yang Terjadi di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Dan Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Maluku Tengah Kompol Muh. Bambang S.W, S.IK

Hadir dalam Rakor antara lain, Kadis Sosial Kabupaten Maluku Tengah, Drs. Ahmad Namakule, Plt. Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tengah, Eginhard Picarima, S.T, Kabag Ops Polres Maluku Tengah, AKP Yamin Selayar, S.E, Kepala Bidang Cipta Karya Kabupaten Maluku Tengah, A.G Tumalang.

Sementara yang mewakili Kepala BPBD Kabupaten Maluku Tengah, yakni Kasubid kedaruratan BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Umar Sopalatu, Kasat Lantas Polres Maluku Tengah, IPTU Maulidi P. Husin, S.Trk, Kapolsek Teluk Elpaputih, IPTU Chr. E. Titalessy, KBO Sat Intelkam Polres Maluku Tengah, IPDA J. L. Sopacuaperu, Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Maluku Tengah, AIPDA Jems K. Marian, staf Cipta Karya PUPR Kabupaten Maluku Tengah, Riko Waileruni, dan staf Bina Marga – PUPR Kabupaten Maluku Tengah, Fredi R.

Wakapolres Maluku Tengah, Kompol Muh.Bamabang S.W, S.I.K  pada Rakor tersebut mengatakan, agar koordinasi lebih mudah jika terjadi bencana alam, akan buatkan Posko Tanggap Bencana. Masing-masing dinas agar menunjuk Liaison Officernya. Dengan adanya Posko, semua yang terlibat dapat mengambil langkah yang lebih cepat.

“Dalam pembentukan Posko Tanggap Bencana, dinas apa saja yang akan dilibatkan, tolong beri masukan kepada kami Polres Maluku Tengah. Sementara Terkait penanganan bencana, Pemkab Maluku Tengah harus masyarakat memberikan respons kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di Kawasan yang rawan bencana,” ungkap Wakapolres.

Wakapolres juga meminta, agar Humas Polres Maluku Tengah bisa dibantu oleh Dinas Kominfo Kabupaten Maluku Tengah untuk mempublikasikan hal apa saja yang telah dilakukan Pemerintah dalam penanganan bencana alam, agar diketahui oleh masyarakat luas. Sebagai leading sector, agar BPBD Kabupaten Maluku Tengah juga dapat merumuskan pembentukan Posko, dan tetap berkoordinasi jika ada kendala di lapanga.

Ditempat yang sama, Kabag Ops Polres Maluku Tengah AKP Yamim Selayar , S.E menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Kapolres karena tidak sempat hadir dalam kegiatan ini. Rakor ini lanjut Yamim Selayar merupakan tindak lanjut dari Kapolda Maluku kepada seluruh Kapolres untuk berkoordinasi dengan Pemkab terkait dengan bencana alam yang terjadi.

“Kami meminta masukan dari tiap-tiap perwakilan terkait langkah apa saja yang telah dilakukan akibat bencana yang terjadi. Karena Rakor ini semata-mata merupakan wujud pelayanan kita kepada masyarakat. Polres akan berkoordinasi dengan Pemkab untuk membangun Posko Tanggap Bencana, sehingga kita lebih siap dalam menghadapi bencana alam,” jelasnya.

Sikapi potensi-potensi bencana yang ada, Yamim Selayar meminta untuk semunya berkoordinasi dengan pimpinannya untuk dapat diantisipasi. Dan bagi Dinas PUPR agar melihat kembali lebih detail terkait dengan dampak bencana alam yang terjadi, dengan menyertakan para Kapolsek jajaran ke dalam Posko Tanggap Bencana dengan harapan agar kedepannya tidak ada lagi bencana alam yang terjadi.

Plt. Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tengah, Ehinhard Picarima, S.T  juga mengatakan, terjadinya cuaca ekstrim pada dua hari belakangan, mengakibatkan bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan lain-lain. Dimana untuk lintas timur tepatnya di Dusun Aira, terjadi longsor yang mengakibatkan putusnya jalan utama ke arah Seram Selatan. Namun, akses  tersebut telah dapat dilewati dengan dibuatkan jembatan darurat.

“Untuk wilayah barat, di Sungai Wai Mala transportasi tidak dapat dilalui sehingga mengalihkan perjalanan melalui Desa Taniwel. Akibat putusnya akses jalan di Sungai Wai Mala, kami melakukan pemantauan di Negeri Tulehu bahwa terjadi penumpukan kendaraan yang ingin melakukan perjalanan ke Kota Masohi dan Kabupaten Seram Bagian Timur, Kata Picarima.

Ditambahkan Picarima, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan PT Panca Karya, bahwa KM.Tatihu akan beroperasi dari Desa Waai menuju Kota Masohi, yang akan dibantu dengan KM. Cantika 99 untuk transportasi laut.

Dan paling lambat hari Rabu tanggal 20 Juli 2022, diusahakan agar KM.Tatihu telah dapat dioperasikan.Penambahan angkutan laut itu jelas Picarima dilakukan untuk mengantisipasi angkutan barang, terkhususnya sembako agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Maluku Tengah A.G Tumalang meanmbahkan, terjadi dua bencana alam sebelum hari minggu, yaitu yang pertama di Kecamatan Salahutu dan di Kecamatan Saparua, terjadi longsor yang menutupi badan jalan. Yang kedua, di daerah Siri Sori Islam terjadi tanah longsor, dimana kedua bencana ini telah ditangani.

“Bencana pada hari Minggu, semuanya telah ditangani oleh Balai Wilayah, sementara untuk di Sungai Wai Mala masih dalam proses pengerjaan. Dapat dijelaskan bahwa Dinas PUPR bergerak setelah terjadinya bencana alam. Dan Wai Mala sementara ditangani secara darurat, pada saat bencana alam banjir terjadi di Lokasi belakang Penginapan Irene, kendaraan alat berat telah kami terjunkan ke lokasi untuk mengeksekusi sumbatan ke jalur utama, namun kita tidak diizinkan oleh pemilik lokasi,” jelasnya.

Kasubid kedaruratan BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Umar Sopalatu jelaskan, Sejak 7 Juli 2022, telah terjadi beberapa bencana alam seperti pada Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Negeri Mamala, terjadi tanah longsor. Semuanya telah ditangani. Untuk di Negeri Rohomoni dan Pelauw, terjadi banjir yang menggenangi sekitar 13 rumah warga, dan bantuan logistiknya telah sampai pada tiga hari yang lalu.

“Di Saparua Timur terjadi tanah longsor. Tim kami juga mendatakan hal tersebut. Dan pada hari Minggu, di Kecamatan Amahai dan Kota Masohi, kita telah mendatanya dan telah diberikan bantuan logistik berupa 350 bungkus nasi,” jelasnya.

Lanjut Sopalatu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi lain terkait dengan bencana alam yang terjadi. Posko Tanggap Bencana yang hendak dibuat, karena berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, Posko Tanggap Bencana akan ditempatkan di Kantor BPBD Kabupaten Maluku Tengah.

Bagi Kapolsek Teluk Elpaputih IPTU Chr. E. Titalessy, yang wilayahnya termasuk yang mengalami kondisi parah akibat bencana mengatakan, Wilayah Hukum Polsek Teluk Elapautih banyak terjadi bencana. Misalnya akses jalan masuk ke Negeri Awaiya sempat terputus akibat kikisan air sungai, namun telah dibuat secara alternatif oleh masyarakat.

“Sementara untuk tarif angkutan umum dari Negeri Sahulauw ke Kota Masohi dikenai tarif Rp. 25.000, dari tarif awal sebelum terjadi bencana alam Rp.20.000. Kami minta dari Dishub Kabupaten Maluku Tengah untuk dapat menertibkan hal ini karena menyusahkan masyarakat. Tarif normal angkutan umum jurusan Kota Masohi – Kairatu sebesar Rp.100.000. Namun akibat bencana alam, tarif tersebut dapat mencapai Rp.300.000,” pinta Titalessy.

Adanya beberapa jalan dan jembatan yang terputus akibat bencana alam, Titalessy sampaikan bahwa masyarakat sekitar berinisiatif untuk membangun jalan/jembatan darurat. Akibat dari hal tersebut, terjadi pungutan liar oleh masyarakat. Dirinya juga berharap agar Pemkab Maluku Tengah menyiagakan alat berat untuk mengantisipaai dampak dari bencana alam yang terjadi.

Penyampaian terakhir pada Rakor yakni dari Kadis Sosial Kabupaten Maluku Tengah, Drs. Ahmad Namakule. Dirinya katakana, sehubungan dengan terjadinya bencana alam berupa banjir yang terjadi, pihak Dinas Sosial telah mendistribusikan logistik ke lokasi yang terdampak bencana, yakni berupa 100 buah perlengkapan tidur serta makanan siap saji.

“Stok kami di gudang masih tersedia, kami tetap stand by jika ada hal-hal yang membutuhkan Dinsos, sesuai Tupoksi kita akan bergerak,” tutunya. (***)

share this

REDAKSI

DEVELOP BY TERA INDO PRATAMA - 2022