PMN.com – Kabar sukacita menyelimuti Negeri Pusaka Leawaka Haria di jazirah Saparua, Maluku Tengah. Pesan itu sampai ke seluruh penjuru negeri karena saat salah satu putra terbaik PUSAKA Haria, Mayor Jenderal TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, resmi dipercaya mengemban amanah baru sebagai Panglima Komando Daerah Militer XXIV/Mandala Trikora.
Penunjukan ini bukan sekadar pergeseran jabatan struktural di tubuh militer, melainkan sebuah pengakuan akan dedikasi panjang seorang Maluku dari Negeri Haria, yang mampu menembus jajaran elit kepemimpinan TNI. Bagi masyarakat Negeri Haria, pencapaian ini adalah momentum puncak yang mengangkat harga diri dan martabat negeri.
Kehadiran seorang jenderal bintang dua yang lahir dan besar dari rahim tanah Leawaka, memberikan pesan kuat bahwa, Negeri yang jauh di belahan timur Nusantara, bukanlah penghalang untuk mengabdi dan menanjak ke level tertinggi TNI. Sukacita ini bukan hanya milik keluarga besar Sang Jenderal, melainkan menjadi kebanggaan kolektif yang mengukuhkan posisi putra-putra Maluku khususnya Negeri Haria, dalam kancah pertahanan nasional, mempertebal rasa cinta tanah air di bumi kepulauan tersebut.
Penunjukkan Mayor Jenderal TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia sebagai Panglima Komando Daerah Militer XXIV/Mandala Trikora ini, tertuang dalam kebijakan mutasi dan rotasi jabatan yang ditetapkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada pertengahan Maret 2026.
Dalam keputusan tersebut, Mayjen Frits Pelamonia menjadi bagian penting dari 27 Perwira Tinggi dan 8 Perwira Menengah yang mendapatkan kepercayaan baru untuk memimpin satuan-satuan strategis. Rotasi ini dipandang sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan komando di wilayah-wilayah yang memerlukan kepemimpinan yang tangguh dan memahami karakteristik teritorial secara mendalam.
Ketua Persatuan Masyarakat Leawaka (PUSAKA) Haria, Ir. Arche Latupeirissa, mengungkapkan rasa syukur mendalam saat memberikan keterangan di Ambon pada Kamis (12/3/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat PUSAKA Haria merasakan getaran kebanggaan yang sama atas prestasi yang diraih oleh putra asli daerah tersebut.
Kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan TNI dianggap sebagai pengakuan atas integritas dan kapasitas yang dimiliki oleh Mayjen Pelamonia selama puluhan tahun mengabdi di seragam TNI.
“Ini kebanggaan besar bagi masyarakat PUSAKA Haria dan Maluku secara umum,” ujar Arche Latupeirissa saat ditemui untuk menanggapi kabar penunjukan tersebut.
Lebih lanjut, Latupeirissa menekankan bahwa penunjukan ini memberikan inspirasi yang luas bagi seluruh masyarakat Maluku yang melampaui batas desa dan negeri. Ia mengajak seluruh warga Maluku khususnya warga PUSAKA Haria, untuk memberikan dukungan moral dan doa terbaik agar tanggung jawab besar ini dapat dijalankan dengan penuh amanah.
“Kami tentu memberikan dukungan serta doa agar beliau dapat menjalankan amanah sebagai Pangdam dengan baik,” tambahnya dengan nada penuh haru dan bangga.
Latupeirissa tambahkan, Bagi masyarakat Maluku khususnya masyarakat Negeri Haria, melihat salah satu putranya berdiri sebagai Pangdam adalah simbol bahwa pengabdian tanpa pamrih akan selalu menemukan jalannya menuju puncak kepemimpinan yang bermartabat. Hal ini diamini oleh Latupeirissa yang melihat momen ini sebagai pengakuan nasional terhadap kualitas sumber daya manusia dari Maluku.
”Kepercayaan ini adalah bukti bahwa putra daerah Maluku khususnya dari Negeri Haria mampu menorehkan prestasi hingga ke tingkat nasional dan memimpin satuan strategis di Indonesia,” tegas Arche mengakhiri pernyataannya.
Kodam XXIV/Mandala Trikora yang kini berada di bawah kepemimpinan Mayjen Frits Pelamonia bukanlah satuan sembarangan. Komando Utama Operasi TNI Angkatan Darat ini merupakan satuan yang relatif baru, diresmikan pada Agustus 2025 dengan markas besar yang terletak di Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Sebagai penjaga gerbang paling timur Indonesia, wilayah ini memiliki kompleksitas tantangan keamanan dan sosial yang memerlukan kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis.
Profil Mayjen Frits Pelamonia sendiri mencerminkan sosok prajurit yang lahir dari tempaan keras. Lahir di Haria pada 17 November 1971, ia memulai perjalanan militernya melalui gerbang Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1996. Memilih kecabangan Infanteri, ia kemudian mempertajam kualifikasinya dengan bergabung dalam satuan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sebuah unit yang membentuk karakter disiplin dan kemampuan tempur di atas rata-rata.
Rekam jejak kariernya menggambarkan konsistensi dan loyalitas yang tanpa putus dalam berbagai penugasan. Ia mengawali pengabdian sebagai Danton dan Danki di Grup 2 Kopassus, berlanjut menjadi Danden 1 Batalyon 32 Grup 3/Sandhi Yudha, Pabandya Operasi Kodam VI/Mulawarman, hingga Danyontar Tk II Akmil.
Pelamonia juga tercatat pernah memimpin satuan tempur sebagai Danyonif Raider 600/Modang dan memegang komando teritorial sebagai Dandim 0906/Tenggarong sebelum kembali ke tanah Maluku sebagai Waasops Kodam XVI/Pattimura.
Pengalaman Mayjen Frits Pelamonia semakin matang saat ia dipercaya menjabat sebagai Danbrigif 20/Ima Jaya Keramo, Asops Kasdam XVII/Cenderawasih, Kasrem 174/Anim Ti Waninggap, hingga Danrem 173/Praja Vira Braja.
Sebelum dilantik menjadi Pangdam, ia sempat mengemban tugas di Mabesad sebagai Pa Sahli Tk III Kasad Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat. Rentetan jabatan ini menunjukkan ia adalah sosok yang kenyang pengalaman di medan operasi maupun manajemen staf tingkat tinggi.
Kini, dengan pundak yang memikul dua bintang, Mayjen Frits Pelamonia kembali ke Merauke untuk memimpin Kodam XXIV/Mandala Trikora. Penugasan ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di kawasan perbatasan dan daerah otonomi baru di Papua.
Keberhasilan putra asli Negeri Haria Saparua ini membuktikan, bahwa dedikasi yang konsisten dapat membawa seorang putra daerah menuju puncak pengabdian nasional, menjadi mercusuar inspirasi bagi generasi muda di pelosok Maluku, bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dengan kerja keras dan integritas. (***)










