PUSAKAMALUKUNEWS.COM – Tim Berbagi Sehat Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) bersama Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau-Pulau Lease dan semua unsur pelayan, melakukan kegiatan Bakti Sosial berupa pengobatan massal bagi warga Jemaat GPM Kariu yang kini sementara mengungsi di Negeri Aboru Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah.
Sekretaris MPK GPM Klasis Pulau-Pulau Lease, Pdt Henry Rutumalessy mengatakan, kegiatan bakti sosial sekaligus pergumulan khusus bagi pengungsi Kariu ini, dilakukan dalam rangka syukur HUT GPM ke 87 yang dirayakan pada 6 September 2022 kemarin.
“Kami MPK dan Pelayan dari GPM Klasis Pulau-Pulau Lease melakukan Bakti Sosial dalam bentuk Pengobatan massal sekaigus pergumulan khusus Bersama warga Jemaat GPM kariu yang berada di pengungsian di Negeri Aboru sebagai bagian dari Syukur HUT GPM ke 87. Dan pengobatan ini dilakukan atas Kerjasama dengan Tim Berbagi Sehat Sinode GPM” ungkap Rutumalessy di Aboru, Rabu, (7/9).
Lanjut Rutumalessy, Warga Jemaat GPM Kariu yang mengungsi di Negeri Aboru sangat membutuhkan pelayanan Kesehatan pasca kehadiran mereka di Aboru akibat konflik beberapa waktu lalu. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat Kariu Ketika dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Ivan selaku salah satu Tim Medis Berbagi Sehat Sinode GPM.
“Banyak ditemukan penyakit yang diderita oleh warga Jemaat GPM Kariu saat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan oleh Tim Medis Berbagi Sehat GPM. Dan salah satu yang juga ditemukan oleh kami, yakni kebutuhan akan vaksinasi Covid-19 dan vaksinasi lainnya ternyata sangat dibutuhkan oleh pengungsi kariu,” kata Rutumalessy.
Selain pengobatan secara umum, Tim Berbagi Sehat Sinone GPM juga memberikan obat cacing kepada anak-anak usia 2 tahun keatas. Rutumalessy mengatakan, khusus untuk pemberian obat cacing ini mendapat mendapat perhatian yang luar biasa.
“Untuk anak-anak usia 2 tahun keatas sangat luar biasa antusias mereka mendapatkan obat cacing dari Tim Berbagi Sehat Sinode GPM. Dan Kami bersyukur stock obat cacing yang dibawa oleh Tim Medis bisa mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan oleh anak-anak,” jelasnya.
Rutumalessy sangat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah baik Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Provinsi Maluku maupun pihak lainnya akan pelayanan kebutuhan Kesehatan bagi masyarakat Kariu yang sementara mengungsi di Negeri Aboru.
“Salah satunya adalah kebutuhan akan vaksinasi dasar bagi anak-anak Pengungsi Kariu. Ini penting bagi pertumbuhan Kesehatan mereka menjadi baik. Ini mestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah,” tegas Rutumalessy.
Diakhir komentarnya, Rutumalessy Kembali berpesan bahwa kebutuhan akan pelayanan Kesehatan bukan saja menjadi perhatian dari Gereja, namun sejatinya Pemerintah harus serius melihat semua konsekwensi dari peristiwa yang dialami oleh pengungsi Kariu dimana salah satunya adalah masalah Kesehatan, pangan dan lainnya.
Untuk diketahui, kegiatan Bakti Sosial berupa pengobatan massal yang dilakukan oleh Tim Berbagi Sehat Sinode GPM sudah banyak digelar di berbagai wilayah di Maluku dan Maluku Utara. Dan kegiatan bagi warga Jemaat GPM Kariu yang mengungsi di Negeri Aboru dilakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap 165 orang dan juga pemberian obat cacing bagi anak-anak usia 2 tahun keatas.
Tim Berbagi Sehat Sinode GPM yang ikut ke Negeri Aboru masing-masing, Pdt. Mesak Tomasoa Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Pdt. Rico Rikumahu, Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon Pdt. Rinto Muskitta, dr. Ivan Abednego, Paulus ruhulesin, dan G. Siahaya. (**)











