PMN-COM Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) memastikan bahwa penyelesaian dua rumah warga Hunuth yang terdampak konflik pada 19 Agustus 2025 akan selesai dalam tahun ini.
Kepala Dinas Perkim Kota Ambon, Ivonny Latuputti, menyampaikan hal ini sebagai tanggapan atas keluhan warga terkait progres pekerjaan yang belum rampung.
“Kedua rumah tersebut tidak selesai bukan karena keterlambatan, melainkan sesuai permintaan warga korban yang mengganti biaya pembiayaan untuk pekerjaan lain dengan jumlah anggaran yang sama,” jelasnya pada Senin (02/03/2026).
Sebelumnya, sebanyak 15 rumah rusak berat telah diselesaikan pada Desember 2025, sehingga warga bisa kembali menempati huniannya menjelang Natal. Dari total rumah terdampak, terdapat 15 unit rusak berat (5 dibangun ulang, 10 direhabilitasi berat) dan 27 unit rusak ringan.
Pendanaan pembangunan bersumber dari tiga pihak: Bantuan Pemerintah Provinsi Maluku (Rp1 miliar), Belanja Tidak Terduga APBD Kota Ambon (sekitar Rp600 juta), dan donasi masyarakat (kurang lebih Rp670 juta). Proses penganggaran telah melalui pemeriksaan BPK dan dinyatakan sesuai dengan prosedur.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan secara bertahap dan berkeadilan. Semua langkah dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan warga dan standar yang berlaku,” tegas Ivonny.
Pada tahap awal, sebagian pekerjaan dikerjakan melalui karya bakti bersama TNI untuk mempercepat proses dan menjaga kondisi kondusif. Untuk ke depannya, Dinas Perkim akan terus melakukan koordinasi dengan warga untuk memastikan setiap kebijakan penanganan bencana dirasakan manfaatnya.(**)











