PMN COM.-Memasuki usia ke 451 tantangan kota ambon semakin berat persolaan sampah persolaan ,keamanan ,lingkungan,Dan beragam persolaan yang semakin kompleks membutuhkan Peran serta dan kesadaran bersama untuk bekerja mengatasi persolaan persolaan terbut.
oleh sebab itu Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun Kota Ambon secara bersama-sama.
Pesan itu disampaikan Bodewin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).
Upacara yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku maupun Kota Ambon, forkopimpa Pemerintah Kota Ambon, tokoh masyarakat Tokoh agama Tokoh pemuda, LSM serta masyarakat Kota Ambon.
Dalam amanatnya, Bodewin mengatakan usia 451 tahun merupakan perjalanan panjang yang di dalamnya terdapat berbagai dinamika sejarah, perjuangan, perubahan, tantangan, kebangkitan dan harapan dari generasi ke generasi.
Karena itu, HUT Kota Ambon harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan masa lalu, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menentukan arah pembangunan kota ke depan.
“451 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya ada cerita tentang perjuangan, perjumpaan, perubahan, tantangan, kebangkitan dan harapan dari generasi ke generasi.”
Ambon Bersih Harus Menjadi Budaya
Bodewin menegaskan tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seluruh masyarakat.
Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari hal-hal sederhana, terutama dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai hingga sungai.
“Kebersihan harus menjadi budaya dan karakter masyarakat Kota Ambon. Kita tidak boleh hanya membersihkan kota ketika ada kegiatan, kunjungan tamu kehormatan, perlombaan atau perayaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kebersihan Kota Ambon tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Dari Ambon yang bersih, kita membangun Maluku yang sehat. Dari masyarakat yang sehat, kita ikut membangun Maluku yang produktif.
Inilah pondasi bagi Maluku yang kuat dan Maluku yang sehat sebagai bagian dari kekuatan bersama menuju Indonesia maju,” ujarnya.
Benteng Victoria dan Identitas Ambon
Selain persoalan kebersihan, Bodewin juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan kebudayaan sebagai identitas Kota Ambon.
Ia menyinggung keberadaan Benteng Victoria sebagai salah satu peninggalan sejarah yang harus dilihat bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai aset kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan generasi mendatang.
“Dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan. Namun hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan dan benteng identitas orang Ambon,” katanya.
Menurutnya, sejarah harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.
Ambon, kata dia, harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kota ini memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya dan kekuatan persaudaraan yang menjadi modal penting dalam pembangunan.
Pela Gandong Jadi Modal Sosial
Bodewin juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar Kota Ambon adalah kehidupan masyarakat yang dibangun di atas keberagaman.
Nilai-nilai hidup orang basudara, pela gandong, sagu salempeng patah dua, baku bantu, baku kele dan baku jaga, menurutnya, harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, gedung yang megah atau teknologi yang modern. Pembangunan juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian dan kebersamaan,” tegasnya.
Ia menilai persaudaraan merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan daerah.Tantangan Pembangunan Semakin Kompleks
Memasuki usia 451 tahun,
Bodewin mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Ambon.
Persoalan kebersihan, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, kemacetan, lapangan pekerjaan, ekonomi, digitalisasi, penataan ruang, infrastruktur hingga perlindungan warisan budaya membutuhkan kerja bersama.
Sebelumnya, dalam momentum HUT ke-451, Bodewin juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah pembangunan, termasuk persoalan kemiskinan, air bersih, infrastruktur dan persampahan.Karena itu, Pemerintah Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri.
Oleh karena itu Bodewin mengajak DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, media, generasi muda serta seluruh masyarakat untuk membangun kolaborasi.

“Kita mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni membuat Ambon menjadi lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.
Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan
Perhatian khusus juga diberikan Bodewin kepada generasi muda.
Ia mendorong anak-anak muda Ambon untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memanfaatkan perkembangan digital secara positif, serta mengembangkan potensi di bidang ekonomi kreatif, musik, seni budaya, pariwisata dan UMKM.
Ia berharap generasi muda tetap memiliki akar yang kuat terhadap sejarah dan budaya Ambon, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menutup amanatnya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, DPRD, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan yang selama ini ikut mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap momentum HUT ke-451 dapat menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja dan mengabdi bagi Kota Ambon.
“Semoga kehadiran katong bersama menjadi semangat untuk bekerja dan mengabdi bagi Ambon, Maluku dan Indonesia,” Harap Bodewin menutup amanatnya










