WhatsApp Image 2022-06-27 at 12.07.55 PM

PUSAKAMALUKUNEWS.COM - PORTAL BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.28.24
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.28.24
WhatsApp Image 2022-07-02 at 09.26.52
IMG-20261106-WA0105

Tidak Benar Program Hilirisasi Sagu Merusak Ekosistem Hutan Sagu Di Maluku

PMN COM -Kepala. Dinas pertanian Provinsi MalukuDR. Ilham Tauda membantah dengan tegas pemberitaan sejumlah media masa bahwa Hilirisasi sagu yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi Maluku dapat Merusak eksosistem hutan sagu yang ada di Maluku

Tidak benar Hiirisai Sagu dapat merusak Ekosotem hutan sagu yang ada di Maluku
Pernytaan ini disampaikan oleh Tauda saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media hari ini dikantor Dinas pertanian provinsi maluku

Tauda Menegaskan: justru dengan program Hilirisasi sagu yang telah diatur pwmerintah daerah provinsi Maluku akan diatur bagaimana tata kelola konservasi hutan sagu secara benar terintegarsi sehinggah tidak merusak lingkungan tentunya dengan melibatakan partisipasi Masayakat petani sagu yang ada ujar Ilham Tauda.

Sesuai arahan dari Pak gubernur Maluku ada beberapa satrategi yang diterapkan melalui program Hilirisasi. Sagu adalah pemerintah berusaha meningkatkan nilai tambah lewat program tersebut

Yang kedua provinsi Maluku termasuk salah satu dari daerah penghasil sagu terbanyak No 3 di indonesia yaitu yang pertama provinsi Riau kedua Provinsi papaua Tengah dan

Yang ketiga Maluku dengan pottenai hasil sagu yang di produksi sebanyak 35 000 Hektar .dari total 35000 hekatar 97 persen populasai hutansagu ada di kabupaten seram bagian barat

Ini merupakan kabar baik bagi kita ucap tauda

Kabar baik lainnya . permintaan akan tepung sagu dari negara negara besar dan maju.sangat tinggi dari permintaan 3 atau 4 persen meningkat sampai dengan 12 persen

Dengan adanya permintan tersebut tentunya sangat menguntungkan provisi Maluku

Dengan adanya program hilirasasi sagu ini akan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan sagu meningkatkan kesejahteran para petani sagu dimaluku dan membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah

Sementara di lain pihak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong pengembangan dan hilirisasi komoditas sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.

Dorongan tersebut disampaikan saat Gubernur Hendrik Lewerissa menghadiri Sago Business Forum yang diinisiasi Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku mengoptimalkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Pengembangan hilirisasi sagu juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi.

Di tingkat daerah, kebijakan tersebut selaras dengan Sapta Cita ke-6 Pemerintah Provinsi Maluku, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan dan perluasan akses pasar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku, daerah ini memiliki potensi lahan sagu seluas 36.463 hektare dengan total produksi mencapai 14.123 ton. Potensi tersebut menempatkan Maluku sebagai salah satu sentra sagu terbesar di Indonesia.

Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan potensi sagu terbesar, yakni mencapai 35.421 hektare atau sekitar 97 persen dari total potensi lahan sagu di Maluku.

Besarnya potensi tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk mengembangkan industri pengolahan sagu yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku telah mengusulkan program hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PPN/Bappenas.

Usulan tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan nasional dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Maluku telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penataan dan pengembangan tanaman sagu sebagai pangan unggulan berbasis kearifan lokal, diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti beras, hingga konservasi kawasan hutan sagu secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong restrukturisasi pengelolaan kebun sagu melalui pelibatan masyarakat serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha untuk memperkuat pengembangan agroindustri sagu.

Melalui pengembangan hilirisasi ini, Pemprov Maluku berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan tradisional masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi komoditas industri bernilai ekonomi tinggi.(Emon)

share this

REDAKSI

DEVELOP BY TERA INDO PRATAMA - 2022