Ambon, -PMN COm DPRD Provinsi Maluku melaksanakan Rapat pembahasan laporan pertanggung jawaban keuangan pemerintah provinsi Maluku Tahun anggaran 2025 (LKPJ) yang dihadiri bersama oleh pimlinan Organisasi perangkat daerah provinsi Maluku
Pada rapat tersebut banyak persolaan yang dihadapi salah satunya Dampak efisiensi yang berakibat pada turunnya Serapan PAD dalam dua tahun terakhir
Kondisi tersebut dinilai oleh panitia pansus LKPJ DPRD Provinsi Maluku belum optimalnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengelola sumber-sumber pendapatan.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LPJ, Wellem Kurnala, mengatakan penurunan PAD tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Menurut dia, hal itu berkaitan langsung dengan kinerja birokrasi dalam menggali potensi ekonomi daerah.
“Kalau pendapatan daerah menurun, berarti kita bicara soal kinerja. Ini harus dievaluasi secara menyeluruh,” kata Kurnala kepada wartawan usai rapat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya terpaku pada laporan administratif, tetapi perlu mengidentifikasi akar persoalan secara menyeluruh. Beberapa faktor yang disoroti antara lain rendahnya inovasi, lemahnya pengawasan, serta belum maksimalnya pengelolaan sumber pendapatan.
Kurnala mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi pimpinan OPD yang bertanggung jawab terhadap sektor-sektor penghasil PAD.
Selain itu, Welem kurnala menyebut aset aset daerah yang dimiliki pemerintah provinsi belum dikelola secara optimal. Padahal, aset tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika ditata dengan baik.
kurnala menambahkan Salah satu dari sekian aset pemda provinsi yang disorot dalam rapat tersebut adalah pengelolaan Pasar Mardika.
dirinya menjelaskan kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kawasan tersebut belum menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.
“Kalau UPTD tidak mampu menghadirkan studi kelayakan atau target pendapatan yang jelas, maka libatkan pihak ketiga agar pengelolaannya lebih profesional,” ujarnya.
DPRD juga meminta pemerintah provinsi untuk mendorong pengembangan sektor strategis, termasuk proyek Blok Masela serta investasi lainnya, agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Pansus menegaskan, tanpa langkah pembenahan yang menyeluruh, penurunan PAD berpotensi berlanjut dan berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan serta pelayanan publik.
oleh sebab itu kurnala berharap adanya kerja keras dari OPD OPD pengumpul untuk bagaimana ditengah kondisi efisiensi alternatif apa yang harus di tempuh sehinggqh PAD bisa kembali naik(**)










